12/14/2016

Things That I Learned From Being A Student Top Ambassador Tokopedia

this writing related to this.

Kalau kalian bingung apa itu Student Top Ambassador Tokopedia, you are the representative for Tokopedia, akan tetapi lingkupnya lebih kecil, yakni kota. Saya menjadi Student Top Ambassador Tokopedia Batch 3, satu minggu di Jakarta untuk karantina dan selama 6 bulan menjalani tugas sebagai Top Ambassador, banyak sekali yang saya dapatkan dan apa yang saya bagikan ini hanya sebagian kecilnya,

1.     Tahu Bagaimana Dunia Kerja
Sewaktu karantina di Tokopedia saya berkesempatan untuk keliling melihat ruang kerja Tokopedia dan juga mendapatkan materi-materi yang dipaparkan oleh nakama ahlinya di Tokopedia. What more interesting is, saya dan teman-teman Top Ambassador bisa makan malam dan berbincang dengan COO Tokopedia!

2.     Bisnis Tidak Selalu Sesuatu Yang Harus Dibawa Serius
Bahwa bisnis yang baik rupanya bermula dari niat baik orang lain, tidak seperti persepsi kita pada umumnya mengenai bisnis yang penuh keseriusan tanpa kebahagiaan. Ternyata kita bisa membuat bisnis yang memanusiakan manusia lain, yang mampu menciptakan peluang bagi orang lain, yang mampu membawa kebaikan bagi orang lain. Bagi saya, Tokopedia memiliki paradoks bisnis dimana semakin banyak membantu orang lain, semakin menguntungkan.


3.     Always be beyond threshold
Salah satu challenge dari Student Top Ambassador adalah membuat event di kampus masing-masing dan membuat satu event eksternal yang semua itu dilakukan dalam satu minggu, jadi non stop tiap hari kita harus pindah dari satu kampus ke kampus yang lain. Mempersiapkan banyak hal, datang lebih awal, dan berkenalan dengan orang baru. Disini saya belajar manajemen waktu, mengatur waktu yang pas dimana dalam satu minggu itu kami bisa meluangkan waktu untuk kumpul dan diskusi acara serta menentukan kapan waktu yang cocok bagi kami menjalankan event. Saya juga belajar manajemen diri, bertemu dengan teman-teman baru tentunya harus bisa berdinamika dengan teman-teman yang belum kita kenal dan bagaimana bisa bekerja sama dengan baik.

Meskipun hanya event kampus, kita harus berpikir luas mengenai berbagai hal, aspek publikasi, materi, peserta hingga saat acara berlangsung apabila ada hal yang tidak diinginkan. Dari situ pula saya belajar untuk jangan meremehkan tugas kita sekecil apapun itu, be responsible!

Tentunya karena acara ini full satu minggu, maka harus membuat sesuatu yang lebih dari standar atau plaing tidak lebih baik dari sebelumnya, make it happen make it better, bagaimana caranya agar kita untuk terus berinovasi melalui kegiatan yang ada.

Dan ketika kita ingin acara kita sukses, kita harus saling membantu dan mengingatkan satu sama lain karena kita nggak bisa melakukan semuanya sendiri tetapi membagi tugas dan mengkomunikasikannya dengan jelas ke teman-teman.

4.     Berani melakukan hal baru
Another challenges yang diberikan kepada kami adalah belajar menulis dan membuka toko. I’m not a fond of writing, I have a blog but it’s just it. Saya tidak pernah benar-benar mengurus blog saya sampai akhirnya saya sadar bahwa latihan menulis itu penting, selain agar terbiasa untuk membuat paper juga karena saya jadi bisa terbuka terhadap point of view yang tiba-tiba muncul saat menulis dan mau nggak mau saya harus banyak membaca agar tulisan saya enak untuk dibaca.

Membuka toko di tokopedia ini awalnya saya dan teman-teman Top Ambassador Yogyakarta sempat skeptis bilamana barang yang sudah kita beli ternyata tidak terjual, turns out banyak juga pendapatan kita dari toko. Karena melihat peluang kesuksesan membuka toko di Tokopedia, maka saya pun ikut membuka toko dan senangnya sampai sekarang pun masih berjalan.

5.     Belajar menerima masukan
They say it takes a great man to be a good listener, indeed. Terkadang kita terlalu enggan untuk menerima masukan, cause we think we are good enough. Akan tetapi, ketika kita ingin berkembang, as cliché as it is, kita harus lapang dada menerima masukan. Diatas langit, masih ada langit.

Melalui Top Ambassador ini saya belajar not only to listen but also how to give input to others in a good way sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain.

6.     Bertanggung jawab
Once we become Top Ambassador, we have to commit terhadap apa yang kita pilih. Banyak yang daftar dan you are the choosen one! Banyak sekali opportunity yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada kita, be grateful! Don’t forget to show your best.

7.     Once Nakama, Always Be Nakama
Saya juga menemukan keluarga baru, yang sangat supportive sehingga kami sebagai Top Ambassador cepat merasa nyaman. Ditambah lingkungan kerja Tokopedia yang fun membuat kami enjoy dan pingin balik ke kantornya lagi!

Sangat senang rasanya bisa menjadi bagian dari Student Top Ambassador Tokopedia, terlalu banyak kesempatan yang saya dapatkan dan menjadi kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari keluarga besar Tokopedia. Once Nakama, always be Nakama. Kalau ada yang bertanya-tanya apa itu nakama, nakama itu sebutan untuk pekerja Tokopedia, artinya teman atau sahabat. Sehingga nggak ada boundaries antar sesame pekerja.

Oh iya, sekarang Tokopedia lagi buka pendaftaran untuk Student Top Ambassador Batch 4 informasinya bisa kamu baca disini.


*Written by Dyla, a free spirit girl whom passionate in marketing and public relations. Documenting her life in @dylazdayz + dylazdayz.blogspot.com